Stasiun BOGOR

sabtu, di bulan februari 2002

saat itu saya duduk d kelas 2 SMP

saya mncoba2 untuk pergi dengan Kereta api

tetapi saya hanya memiliki uang Rp5000,-

dan tman saya juga hanya memiliki uang seperti saya

karena kita berdua do golongkan 2 boca yang nekat lalu saya memutuskan untuk pergi k bogor dengan mnggunakan kereta api.

kita berdua berangkat dari rumah dengan menggunakan metromini

karena uang kita berdua sangat sedikit  kita berdua tidak membeli tiket, saat pemeriksaan tiet d daerah depok kami berdua nyelip2 diiantara ibu2  yg sedang mengobrol

huuuf

lolos ujian pertama

lalu saya mmbeli air minum mineral

jd uang kami masing2 berkurang 1000

lalu

setelah sampai d stasiun Bogor,saya lolos dari pemeriksaan tiket,,eh ternyata tman saya tidak lolos karena tidak tega untuk mninggalkannya sndirian

saya akhirnya ikut dia k bagian keamanan

lalu saya d suruh mmbaya uang 200rb

* buset nh polisi gila apa gk waras

saya yg usia 13 thn masa uadh mgang uang sbanyak itu

akhirnya saya berdua d suruh menanggalkan baju kami,lalu kami d ajak mnuju bagian kebersihan kami di suruh mengepel lantai d sepanjang peron kereta api dengan telanjang baju

*buset malu abiis

biar masih kecil tapi malu bgt

akhirnya tugas kami selesai jam 3 sore.. untungnya ada pak polisi yang baik dia mneraktir asinan bogor .

klo tak salah namanya “pak Arsy”

aku disuruhnya bljr dngan bnar jgn melakukan hal2 bodoh sperti hal ini

hehehehe

cape :P

Hore, Gue Dapet Shampo!

Suatu kala Abunawas berkelana mengelilingi dunia, dan tibalah ia di suatu kota yang tidak ada penduduk laki-lakinya. Karena hari sudah malam dan tidak ada satu pun penginapan yang mau menerimanya, maka dengan sangat terpaksa akhirnya ia menumpang bermalam di sebuah biara yang semuanya wanita.

Pada awalnya sang pemimpin biara menolak kehadiran Abunawas tersebut, tapi karena rasa kemanusiaan akhirnya Abunawas diperbolehkan menginap hanya satu malam dengan syarat harus hati-hati jangan sampai ketahuan oleh biarawati-biarawati yang lain dan ia harus tidur di gudang penyimpanan makanan.

Akhirnya ia pun tidur di gudang dengan segala perbekalan yang ia bawa. Karena sudah 5 hari tidak mandi, Abunawas merasa bau badannya seperti bau terasi, dan ia pun nekat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Abunawas pun pergi ke kamar mandi dengan langkah yang sangat hati-hati sekali.

Ketika Abunawas hendak gosok gigi tiba-tiba seorang biarawati yang sangat cantik dan sangat lugu masuk ke kamar mandi, Abunawas pun tersentak kaget, ia langsung mengangkat kedua tangannya dan diam seperti patung. Dengan rasa keheranan biarawati itupun memegang-megang Abunawas yang menyerupai patung tersebut. Dalam hatinya patung apa ya ini??? Kenapa kepala biara naruh di sini ya??? Apa ini yang namanya dewa penjaga kamar mandi ya???

Pada puncak keheranannya biarawati tersebut melepas handuk yang menutupi sebagian tubuh Abunawas. Ia kaget setengah mati karena burungnya Abunawas tiba-tiba bangun, lalu dipegang-peganglah anunya Abunawas tersebut. Karena tidak tahan dengan rasa yang sulit dibayangkan itu, tiba-tiba sikat gigi yang dipegangnya itu jatuh.

Dengan perasaan aneh bercampur senang biarawati itu menatap si Abunawas dan ia pun berkata, “Oh dewa, engkau memang mengerti kebutuhanku, engkau memberiku sikat gigi di saat sikat gigi punyaku rusak. Terima kasih dewa… terima kasih…”.

Biarawati itu segera keluar dari kamar mandi dan menceritakan seluruh kejadian kepada salah satu kawannya. Dengan rasa tidak percaya maka biarawati kedua pun segera masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Abunawas yang hendak melanjutkan menyikat gigi walaupun tanpa sikat gigi (pake tangan, red) kembali kaget dengan masuknya biarawati yang lain, dan ia pun kembali mematung seperti semula.

Biarawati yang ini tanpa basa-basi langsung mememgang anunya si Abunawas seperti anjuran temannya tersebut. Hampir sama dengan kejadian pertama, karena tidak tahan dengan rasa yang super enak tersebut maka kali ini odol si Abunawas jatuh. Sang biarawati itu pun merasa kegirangan dan langsung menyembah-nyembah si Abunawas, sambil berkata “Terima kasih dewa… terima kasih… Dewa tau aja odol saya sudah abis. Terima kasih ya…” Lalu ia pun segera keluar dari kamar mandi tersebut.

Tanpa sengaja hal tersebut telah diketahui oleh biarawati lain yang terkenal paling iseng. Ia pun langsung masuk ke kamar mandi dan langsung melakukan seperti apa yang dilihatnya barusan. Karena sudah tidak pegang apa-apa, Abunawas pun hanya bisa menahan rasa geli yang super dahsyat itu. Lama kelamaan biarawati terakhir rupanya jengkel juga, karena sudah lama ia pegang-pegang kok tidak dikasih apa-apa. Dengan rasa kesalnya maka ia pun mengocok anunya si Abunawas, dan karena sudah tidak tahan lagi maka Abunawas pun melepaskan tembakan yang sudah lama ia tahan-tahan dari tadi. Crot… crot… crot… kena deh mukanya biarawati tersebut. Tapi sungguh heran tiba-tiba biarawati itu loncat kegirangan, sambil berkata, “Hore… hore… gue dapet shampo… gue dapet shampo!!!”

Kenapa?

Mengapa tuyul kerjanya nyolong duit?
Sebab kalau nyolong motor dia takut dibakar massa kalau ketahuan, lagian dia nggak bisa naik motor.

Kenapa Superman poni keritingnya cuman satu?
Kalau banyak namanya supermi.

Mengapa sepeda motor mereknya “yamaha”?
Sebab bikinan jepang kalau bikinan arab mereknya “ya mahmud”.

Kenapa ayam jantan selesai kawin selalu mematuk kepala ayam betina?
Biar dia lupa siapa yang udah ngawinin dia.

Apa beda bunyi jam pada jam 12 siang dengan jam 12 malem?
Kalo jam 12 siang bunyinya: Neng… Neng… Neng… (12 kali).
Kalo jam 12 malem bunyinya: Neng… Neng… bangun Neng… abang lagi pengen nih.

Apa bedanya orang kurus dan orang gemuk?
Orang kurus makan hati, orang gemuk makan tempat.

Apa yang terjadi jika Graham Bell tidak menciptakan telpon?
Perjalanan anda tidak akan terganggu oleh galian Telkom.

Mengapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan dikejar-kejar nelayan.

Kenapa koboi Meksiko kalo berpetualang selalu bawa gitar?
Emangnya disuruh bawa piano? Yang bener aja?

Hewan apa yang paling nggak sopan?
Kutu. Soalnya nginjak-nginjak kepala.

Hewan apa yang paling panjang?
Ular ngantre beras.

Superman, Batman & Robin, lebih bego siapa?
Batman, soalnya pake jubah tapi nggak bisa terbang.
Robin bego juga, udah tau Batman bego, malah ditemenin.

Selesai

Cewek Bugil Naik Becak

Ada seorang cewek bugil naik becak. Sepanjang perjalanan, si tukang becak sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari si cewek tersebut.

Merasa di perhatikan seperti itu, si cewek tersebut menegur:

Cewek : Ada apa mas, kok ngeliatnya seperti itu? Belum pernah ngeliat cewek bugil apa?!!!

Tukang Becak : Oh nggak mbak… Saya cuman memperhatikan, kira-kira nanti mbak mengeluarkan uangnya dari mana???

Lapor

Mantan ajudan yang kemudian jadi Wapres, Try hampir mati. Soeharto yang datang membezoek berpesan, “Setelah kamu mati nanti, kamu harus menelepon daripada saya”.

“Siap, Pak. Laksanakan,” ujar Try tetap dengan gaya ajudannya.

Kemudian, keesokan harinya benar-benar mati. Besok malamnya Soeharto mendengar suara.

“Kau kah itu?” tanya Soeharto. “Bagaimana, engkau senang tinggal di sana?”

“Siap, Pak. Saya senang sekali,” jawab Try, “jauh lebih senang daripada di dunia.”

“Nah,” kata Soeharto, “Sekarang kau ceritakan, seperti apa yang namanya daripada surga itu.”

“Surga?” tanya Try, “Saya tidak di surga!”

Tiga Tipe Manusia Indonesia

Ada tiga ciri menonjol dari orang Indonesia di bawah Orde Baru, yaitu: jujur, pintar dan pro pemerintah. Tapi sayangnya manusia Indonesia hanya boleh memiliki dua ciri.

Artinya manusia Indonesia itu cuma ada tiga macam: Pertama, kalau dia jujur dan pro pemerintah biasanya tidak pintar; ke dua, kalau dia pintar dan pro pemerintah biasanya tidak jujur; ke tiga, kalau dia jujur dan pintar biasanya tidak pro pemerintah.

Kiat Mancing Ikan

Semua orang tahu bahwa Soeharto punya hobby mancing. Semua orang juga tahu bahwa Soeharto kalau pergi memancing, pulangnya selalu membawa pulang ikan berukuran besar.

Beredar desas-desus bahwa sehari sebelum Soeharto mancing biasanya diterjunkan satuan IPAM dari Korps Marinir atas perintah Komandan Paspampres. Konon mereka ini, tanpa sepengetahuan Soeharto, mendapat tugas untuk memasang moncong ikan berukuran besar pada mata pancing milik Soeharto. Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk menyenangkan Soeharto.

Terus terang banyak kalangan, termasuk sejumlah menteri dan Feisal, penasaran dengan kebenaran ini. Untuk mengecek kebenaran tersebut Feisal dengan sejumlah menteri lantas mengatur sebuah acara mancing bersama di sebuah kawasan di sekitar Kepulauan Seribu. Kali ini Feisal secara khusus memanggil komandan marinir dan kepala staf angkatan laut.

“Khusus kali ini saya tugaskan kalian agar menjaga wilayah perairan Kepulauan Seribu. Tolong jaga sebulan sebelumnya. Jangan sampai ada kapal lewat, atau seorangpun yang masuk ke air. Saya kali ini ingin mengecek apa Soeharto memang jago mancing,” kata Feisal.

Pada hari H berangkatlah Soeharto beserta Feisal dan sejumlah menteri. Tiba di kawasan yang telah dipilih, setiap orang lantas mengeluarkan pancingnya dan melempar kail.

Teriakan pertama muncul dari Soeharto. Rupanya pancingnya berhasil mengkait sebuah ikan besar. Begitu berkali-kali. Padahal Feisal sendiri seperti halnya Habibie cuma dapat ikan seukuran kepalan tangan. Malah Harmoko belum dapat apa-apa.

Akhirnya Feisal pun yang penasaran memberanikan diri mendekati Soeharto. “Pak, terus terang kami kagum dengan kemampuan Bapak dalam hal memancing. Bisakah Bapak berikan rahasianya kepada kami,” ujar Feisal.

“Lho, kamu selama ini belum tahu toh. Ah itu kan gampang saja. Ini lho,” ujar Soeharto tersenyum sambil menarik mata kailnya dan menunjukkan sebuah plastik kecil bertuliskan “pilih: Makan Kail, Ikut P-4, atau Ikut Pembekalan”.

Mumi pun Kenal Soeharto

Tim arkeologi dari Amerika, Inggris dan Indonesia tersesat di lorong di bawah sebuah piramida kuno di Mesir. Tiba-tiba sebuah mumi berusia ribuan tahun bangkit dan mendekati ketiga antropolog yang kontan jadi pucat pasi.

“Hai, manusia. Siapa kalian dan dan mana asalmu?” ujar mumi dengan suara menggelegar.

“Nama saya Michael, Tuan Mumi. Saya dari Amerika Serikat sebuah negara adidaya,” ujar sang arkeolog Amerika dengan membusungkan dadanya.

“Hah… Amerika? Aku tak kenal negerimu. Kalau kamu dari mana?,” tanya mumi kepada arkeolog berkulit putih satunya.

“Saya dari Inggris, Tuan Mumi. Nama saya Charles,” jawab arkeolog asal Inggris.

“Inggris? Di mana negeri itu?,’ tanya mumi.

“Inggris adalah sebuah negeri yang memiliki jajahan paling banyak di dunia,” ujar si Inggris menyombongkan diri.

“Maaf, aku tak kenal bangsamu! Hei, kamu orang pendek dan berkulit sawo matang! Dari mana asalmu?” tanya mumi.

“Tuan Mumi, nama saya Sugeng asal Indonesia,” jawab sang arkeolog Indonesia.

“Haaa..?! Kamu dari Indonesia?” tanya mumi sambil memerintahkan agar arkeolog asal Indonesia lebih mendekat padanya, “Omong-omong Soeharto masih jadi Raja Jawa ya?!”

Kampanye

Ini cerita beberapa bulan yang lalu, ketika sedang rame-ramenya kampanye Pemilu. Tutut sedang giat berkampanye di sebuah kota kecil di Irian Jaya. Ribuan rakyat dikumpulkan oleh Pemda buat menyambut beliau di lapangan kota W. Bendeta dan umbul-umbul dipasang. Meriah. Dan rupanya suatu kebiasaan di situ bahwa rakyat dengan gegap gempita menyambut setiap ucapan para pembesar.

Tutut berpidato: “Saudara-saudara, dalam rangka pembangunan nasional, pemerintah akan meningkatkan usaha untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur!”.

Rakyat setempat: “Wiloo-wiloo, wiloo-wiloo!”.

Tutut meneruskan: “Jangan sampai saudara-saudara mau dihasut oleh gerakan separatis yang ingin mengacaukan stabilitas!”.

Rakyat setempat: “Wiloo-wiloo!”.

Tutut lagi: “Hidup Soeharto! “.

Rakyat setempat: “Wiloo-wiloo!”.

Tutut: “Hidup Soehartono!”

Rakyat setempat: “Wiloo-wiloo!”.

Pidato selesai Tutut turun mimbar dan langsung diantar berkeliling melihat-lihat desa-desa di dekat sini, untuk memberi kesan baik, ia tidak hanya ingin mengunjungi hal-hal yang sudah ditata. Suatu kali ia nekad masuk ke sebuah rumah dan langsung ke halaman belakang untuk melihat bagaimana babi-babi dikandangkan di tempat itu. Ini membuat cemas Pak Bupati, orang asli, yang segera mencoba memberi tahu Tutut: “Maaf, Ibu, jangan masuk ke situ. Nanti kalau Ibu terinjak wiloo-wiloo! Wiloo-wiloo babi itu ada bau sekali, Ibu!”

Ibu Tien dan Ibu Teresa

Rasul Petrus, Rasul Paulus, dan para malaikat penghuni sorga telah menanti kedatangan roh biarawati ibu Teresa di pintu sorga. Rasul Petrus dan seluruh penghuni sorga mengenakan pakaian terbaik milik masing-masing yang berkilauan cahaya emas. Persiapan tersebut tentu saja membangkitkan keinginan buat para penghuni neraka. Mereka diantara selebritis tersebut antara lain artis Marilyn Monroe, mata-mata Matahari, dan tak ketinggalan Ibu Tien.

Begitu roh Ibu Teresa tiba, segera saja Rasul Petrus menyambutnya, bahkan tiga orang malaikat menghamparkan permadani untuk jalan yang akan dilalui Ibu Teresa

‘‘Ibu, seluruh kerajaan sorga berterima kasih atas karya kemanusiaan anda untuk orang-orang miskin dan terlantar, serta anak-anak yatim piatu,” demikian Rasul Petrus dalam pidato penyambutannya.

Tiba-tiba Ibu Tien mengangkat tangan, ditujukan kepada Rasul Petrus. Rasul Petrus yang melihat itu dengan bijaksana bertanya: “Ada apa kiranya anda mengangkat tangan, adakah yang ingin anda sampaikan kepada Ibu Teresa?”

“Maaf Yang Mulia. Mengapa Ibu Teresa langsung disilakan menuju Kerajaan Sorga? Jika ia berbuat amal dan kebaikan untuk sesama manusia, bukankah saya dan keluarga saya juga melakukan hal yang sama? Kami sekeluarga mengeluarkan uang sekitar Rp 20 juta per bulan untuk menyantuni dan mensubsidi orang-orang yang kurang manpu,” kata Ibu Tien bersemangat.

Rasul Petrus sambil melengos dan membalikkan badannya menjawab ringan, “Ssst, tapi jangan dilupakan keluarga anda juga mengeruk milyaran rupiah tiap bulan [*] dari rakyat Indonesia.”

[*] Majalah Forbes, Edisi Agustus 1997 dan Suara Independent No.10, Edisi September 1997 mengungkap bahwa kekayaan keluarga Presiden Soeharto sekarang ini telah mencapai Rp 45 trilyun. Bandingkan dengan masa kekuasaannya yang 30 tahun, artinya per tahun keluarga tersebut memperoleh kekayaan sebesar kurang lebih Rp 1,5 trilyun.